Sampah dan Pemulung

Di setiap kota besar pasti banyak berkeliaran sampah-sampah serta para pemulung yang setia setiap hari mengambil sampah. jumlah sampah di daerah perkotaan mulai dari gedung pemerintah sampai pemukiman kumuh mencapai 25.600 m3 (setara dengan 6.000 ton) per hari. Bagi sebagian orang, seperti pemulung, perajin barang bekas sampah tersebut memberikan keuntungan tersendiri.
Hubungan Antara keduanya sangat erat karena sampah dan pemulung sama-sama saling membutuhkan. Sampah membutuhkan tangan-tangan para pemulung untuk mengambil sampah agar tidak mengganggu kesehatan warga dan membantu mengurangi sampah-sampah supaya tidak menumpuk di tempat pembuanagan akhir. Sebaliknya pemulung membutuhkan sampah agar para pemulung dapat mempertahankan hidup dari kejamnnya dunia. Para pemulung juga rela atas hidupnya di tempat sampah, hanya demi sesuap nasi. Karena hidupnya dekat dengan sampah sebagai sumber penyakit, dampak yang ditimbulkan dari sampah bermacam-macam, seperti penyakit kulit, gangguan pernapasan dan penyakit lainnya
Para sampah-sampah di pilah-pilah untuk dijual kepada pelapak-pelapak. Pemulung juga sebagai ujung tombak usaha daur ulang.
Bagaimana akibatya jika tidak ada pemulung ?
Maka Sampah-sampah akan terus menumpuk dan menumpuk, di tempat pembuanagn akhir bisa-bisa menjadi gunung sampah. Selanjutnya apa yang terjadi sampah menumpuk sehingga mengkibatkan terserangnya berbagai penyakit.
Oleh sebab itu, Dia mengatakan, sampah itu ada dua macam, yakni sampah organik dan anorganik. Sampah anorganik yang tidak bisa diuraikan bakteri. Menurutnya, pemulung itu bukan pekerjaan yang hina, tapi pahlawan lingkungan, sebab mereka ikut menjaga lingkungan hidup.

0 komentar:

Posting Komentar

Pengikut

Total Post dan Comments

Recent post

LIAWAN  ©Template by Dicas Blogger.

Kembali ke Atas